Sabtu, 31 Januari 2009

Asbanda Salurkan Kredit Sindikasi Rp3,44 Triliun

Asbanda Salurkan Kredit Sindikasi Rp3,44 Triliun



Surabaya (ANTARA News) - Asosiasi Bank Daerah (Asbanda) akan menyalurkan kredit sindikasi bagi 14 proyek dari program pembangkit listrik 10.000 megawatt (MW) tahap kedua senilai Rp3,44 triliun pada tahun 2009.

"Pengumpulan dana tersebut berasal dari 26 bank pemerintah daerah (BPD) yang tergabung dalam Asbanda," kata Sekretaris Jenderal Asbanda, Moeljanto, di Surabaya, Rabu.

Menurut dia, selama ini pihaknya telah membentuk tim teknis untuk mengkaji pinjaman sindikasi tersebut.

"Kami berani mengucurkan kredit ini karena pembayarannya dijamin pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)," ujarnya.

Dalam pembiayaan tersebut, jelas dia, Asbanda hanya menyumbang sekitar 70 persen dari nilai kredit yang ditawarkan. Besaran dana itu digunakan untuk proyek yang berlokasi di pulau Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan.

"Untuk mendukung proyek ini, kami akan bekerja sama dengan PT Danareksa. Perusahaan itu akan menjadi fasilitator dan sumber informasi bagi Asbanda dalam bekerja sama dengan PLN," katanya menjelaskan.

Pengajuan PT Danareksa dalam proyek pembangkit listrik 10.000 MW tahap kedua ini karena, perusahaan itu sangat berpengalaman dalam bekerja sama dengan PLN saat penerbitan obligasi.

Ia menyatakan, anggota Asbanda punya kemampuan untuk membiayai proyek besar. Hal itu disebabkan, total aset yang dimiliki bank daerah saat ini menempati posisi ketiga dibandingkan bank umum di Indonesia.

"Apalagi, rata-rata tingkat `loan to deposit ratio` (LDR) dari semua BPD saat ini cukup baik, sekitar 70 persen," ungkapnya.(*)

Tanggapan Bloger

Pemerintah untuk saat sekarang harus berani memberikan Jaminan pada Proyek2 yang menyerap Tenaga kerja yang besar dan yang menyangkut fasilitas buat Negara seperti Proyek PLN ini.

Kamis, 08 Januari 2009

Tiga Jalan Tol Selesai 2009

08/01/09 16:24

Tiga Jalan Tol Selesai 2009



Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto hanya mentargetkan tiga jalan tol akan dapat diselesaikan tahun 2009 di bawah target Rencana Pemerintah Jangka Menengah 2004 - 2009.

Tiga jalan tol yang dipastikan selesai itu diantaranya tol Bogor Ring Road seksi I 4 kilometer, Kanci-Pejagan 35 kilometer, dan JORR W1 Kebon Jeruk - Penjaringan 10 kilometer.

"Saya akui untuk memenuhi target pembangunan jalan tol sesuai target Rencana Pemerintah Jangka Menengah (RPJM) 2004-2009 sangat sulit," kata Menteri PU saat menyampaikan paparan akhir tahun, Kamis.

Menteri PU juga membenarkan banyak dari investor jalan tol yang tidak memenuhi kinerja yang diharapkan karena ternyata banyak yang tidak mengetahui investasi di jalan tol membutuhkan biaya besar dan pengembaliannya lama.

"Kami tidak dapat sembarangan� mencabut kuasa usaha yang dimiliki investor, tetap harus berpegang aspek hukum termasuk akte perjanjian yang sudah ditandatangani pemerintah dan investor," ujarnya.

Seperti Tol Surabaya - Mojokerto persoalan muncul setelah pemilik dari pemegang saham mayoritas wafat serta diteruskan anak-anaknya yang justru muncul konflik manajemen, jelasnya.

Pemerintah tidak dapat sembarangan mengambil alih dan tetap harus mengikuti semua prosedur hukum termasuk mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tetapi yang jelas dalam waktu dekat akan ada penyelesaian, jelasnya.

Sedangkan untuk Tol Semarang - Solo saat ini sudah memasuki tahap tender
konstruksi dari tiga paket pekerjaan seksi I Semarang - Ungaran tinggal satu paket yang masih dinegosiasikan harganya, jelas Menteri PU.

Kemudian ruas lainnya W2 Ulujami - Kebon Jeruk memasuki tahap pembebasan tanah, Akses Tanjung Priok sudah memasuki tahap konstruksi, serta JORR2 Kunciran - Serpong perjanjiannya sudah ditandatangani.

Tinggal menunggu JORR2 Bandara - Kunciran karena adanya perubahan pemegang saham tidak sama dengan awal tender. Kalau dari pemerintah tidak masalah dipegang Jasa Marga tetapi untuk menghindari masalah di belakang hari, jelasnya.� (*)

 
© free template by Blogspot tutorial